Loading...

Jumat, 03 Juni 2011

Dikira Maling

hemmm... nulis apa ya bingung? sudah lama gg posting jadi lupa lagi, hehe...
oh iya ini blog ke-3 yang aku buat, soalnya 2 blog sebelumnya aku lupa email dan passwordnya. hehe maklum anak muda sering pelupa (alesan).

Berhubung kemaren aku habis kumpul-kumpul di kontrakan, banyak cerita yang diobrolkan salah satunya yang bikin semua orang tertawa ngakak adalah cerita si doger, salah satu teman dari ciamis tapi dia kuliah di purwekerto hanya saja berhubung sedang minggu tenang jadi dia main ke bandung (tiap hari libur soalnya titip absen) patut dicontoh. hahaha. . .

Dia bercerita tentang pengalamannya yang sungguh mengundang decak tawa hingga mengocok perut yang sedang laparr, ditemani dengan 5 potong roti bakar, 2 gelas kopi dan 2 bungkus rokok mild (hanya aku yang tidak merokok), kami pun mendengarkan ceritanya dan diapun mulai bercerita. saat suatu malam waktu itu malam minggu, biasa waktunya anak muda wakuncar alias ngapel. waktu itu ceritanya dia sedang ngapel ke rumah pacarnya, sewaktu berangkat dia diantar oleh temannya yang bernama erik naik motor, karena rumah dia dengan rumah pacarnya ya cukup jauh lah mungkin ada dari bekamin (tempat kami ngontrak) ke gasibu. sesampainya di rumah eka (pacarnya) dia bilang kepada erik "engke jam 10 omat jemput urang nyak, kade siah ulah poho, urang euweuh motor" kalo dalam bahasa indonesia "nanti jam 10 jemput sayah ya, awas jangan lupa, saya gg ada motor" pesannya. erik pun menjawab iya sambil pergi mau malam mingguan juga.

setelah beberapa jam dia ngobrol dengan pacarnya itu, gg kerasa jam sudah menunjukan pukul 10 malam, dia lalu mengirim sms ke temannya si erik minta di jemput takutnya si erik lupa, tapi gg ada balesan dari si erik alhasil dia pun ditawarin oleh orang tua eka untuk menginap dirumahya, ibunya bilang "aa tos we mondok didieu, tos wengi, tos disiapkeun da kamar anu dipayun" dalam bahasa indonesia "aa udah aja nginep disini, udah malem, udah disiapin ini kamar yang didepan", tapi si doger tetap tidak mau pengen pulang. sambil menunggu temannya datang dia ngobrol lagi dengan eka sampe tengah malem belum datang juga temannya, dia memutuskan untuk pulang.

Jalan ke rumah eka itu naik turun dan melewati kuburan, doger awalnya takut tapi ya mau gimana lagi? akhrinya dia pulang dengan berjalan kaki, waktu diperjalanan dia diikuti oleh 2 orang yang sedang ronda, lalu si doger berhenti karena merasa diikuti. kemudian 2 orang itu bertanya "a tos timana wengi-wengi kieu?" tanya petugas ronda itu. lalu dia pun menjawab "tos ti bumi neng eka tong ngerjakeun tugas". Kemudian petugas itu bertanya lagi "ning wengi pisan uihna?" dia pun menjawab "muhun tadi sakantenan ngobrol" sambil nada cukup kesal. kemudian petugas tersebut bertanya kembali "cik ningal heula KTP na?" lalu si doger pun dengan perasaan kesal karena dicurigai mengeluarkan dompet dan memberikan KTP-nya kepada petugas tersebut. lalu petugas tersebut mengambil dan melihatnya, terus bilang "punten a sanes kunanaon didieu mah seueur bangsat" kami pun yang mendengarkan cerita dia spontan tertawa terbahak-bahak karena gg kuat saat mengetahui kalo si doger disangka maling oleh petugas ronda tadi, dia bilang pada kami "urang disangka maling ku tukang ronda tadi, padahal balik ngapel" lalu dia pun melanjutkan ceritanya kembali, kamipun mendengarkannya lagi sambil tertawa karena masih terbayang waktu dia dianggap maling oleh petugas tadi. lalu si doger pun diajak main gapleh dan disuguhi kopi oleh petugas ronda tadi, mereka pun bermain gapleh sampe subuh. sampe akhirnya ada sebuah mobil bak yang mengangkut sayuran untuk dijual di pasar, dia pun ikut naik mobil itu untuk sampe ke kota karena ya seperti dibilang tadi jalan ke rumah pacarnya itu melewati kuburan dan banyak orang bilang kalo di daerah itu banyak penampakan dan banyak orang yang disasabkan disana, kami pun kembali tertawa pada saat tau dia pulang ke rumah dengan menumpang mobil bak, udah kaya domba yang mau dijual dipasar aja. haha...

maklum kalian kalo ngeliat tampang si doger pasti pada ketawa. haha...mimik muka dan ekspresinya yang sedang menceritakan pengalamannya itu yang membuatnya tambah lucu. setelah jam menunjukan pukul 12 malam dan makanan serta kopi yang sudah habis akupun pulang karena sedang malas tidur dikontrakan, lagipula besok mau ke Bank. awalnya aku disuruh nginep disana karean dikontrakan hanya ada 2 orang yaitu si uwa (bapa panti) dan si doger tapi akhirnya si chandra nginep karena malas katanya pulang malem-malem jadi hanya aku dan si eko saja yang pulang. 

well inti dari cerita tadi pesen aku buat kalian yang mau ngapel ke rumah pacar harap berpakaian yang rapih, wangi, dan membawa identitas lengkap agar kejadian diatas tidak terulang lagi, orang ngape disangka maling. hahahahaha..... oke gan aku rasa cukup sekian untuk cerita hari ini semoga kalian terhibur. selamat membaca!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar